Sebenarnya, traveling itu nggak melulu mahal. Ada banyak cara untuk jalan-jalan murah. Menjadi backpacker atau berjalan-jalan ala backpacker yang merupakan salah satu cara untuk jalan-jalan murah. Sayangnya, masih banyak orang yang beranggapan jadi backpacker itu ribet karena semuanya harus diurusin sendiri.
1. Berpetualang itu menyenangkan.
2. Lebih mengenal spot wisata dan kaya pengalaman.
3. Menambah banyak teman.
4. Backpaker itu murah dan mudah.
5. Jalan-jalannya jadi lebih berkesan.
6. Penuh tantangan.
7. Mendapatkan banyak pelajaran kehidupan.
Petualang sejati bukan hanya mengandalkan fisik semata namun juga pemikiran dan mental baja!
Apa sih backpacker itu? Backpacker itu berkelilin dan berpetualang dengan biaya yang murah/minim. Pendapat lain menyatakan bahwa backpacker juga bisa berarti suatu perjalanan internasional secara independent. Menjadi backpacker juga diidentikkan dengan melakukan pengembaraan. Backpacker sekarang sudah menjadi sebuah trend, terutama ketika orang mulai memilih melakukan petualangan serba sendirian atau melakukan perjalanan dengan biaya yang sangat murah. Ketika orang sudah mulai menyadari bahwa bepergian tidak lagi harus dengan biaya yang mahal. Dari sini kemudian berkembang beberapa istilah baru seperti flashpacking, campervan, dll.
Bagaimana melakukan backpacker? Mengingat backpacker adalah independent traveling atau bepergian secara sendirian atau dalam kelompok kecil, dengan biaya yang murah/rendah, untuk itu sangat dibutuhkan persiapan.
Perencanaan dan Manajemen menjadi Backpacker
Perencanaan adalah penting dan mutlak dilakukan, karena ini adalah titik awal dari semua petualangan di lokasi yang kemungkinan belum pernah dikenal oleh seorang backpacker. Perencanaan yang matang tidak hanya memberikan latar belakang lokasi yang akan dituju akan tetapi juga bekal pengetahuan untuk menghadapi permasalahan yang kemungkinan terjadi.Proses perencanaan perjalanan antara lain :
- Menentukan destinasi tempat atau Negara yang akan dituju.
- Menentukan apa yang hendak dilakukan disana : sekedar jalan, mempelajari budaya, kursus, belajar, konferensi, belanja, dll ?
- Mencari informasi tentang tempat yang dituju.
- Kondisi sosial, ekonomi dan politiknya negara atau lokasi tujuan. Amankah untuk bepergian kesana?
- Persyaratan administratif : pasport , perlu visa atau tidak, bagaimana mengurus visa, bagaimana persyaratannya, travel insurance, currency, surat ijin dll
- Kondisi alam : cuaca, musim, jarak antara kota, ketersediaan tranportasi
- Akomodasi : dimana akan tinggal, berapa jauh dari kota, bagaimana kondisi tempat tinggalnya, siapa pemiliknya (jika harus menginap dirumah orang), berapa jauh dari pusat perbelanjaan/toko (minimal untuk mencari makan), bahasa, jaringan telekomunikasi dll
- Budget : tiket, transportasi selama backpacker, penginapan, makan, keperluan sehari-hari.
- Sumber Pendanaan : berapa banyak, dari mana sumbernya.
Informasi yang harus diketahui seorang backpacker
Sebagian dari informasi ini bisa dicari dari internet dengan cara mengakses tempat /Negara yang akan kita tujuan lewat google atau lewat wikitravel atau beberapa situs lainnya. Selain lewat internet, buku-buku tentang travelling seperti Lonely Planet bisa dijadikan referensi, serta mencari informasi dan bertanya kepada orang yang pernah pergi ketempat tersebut.Manajemen Perjalanan menjadi Backpacker
Manajemen Perjalanan adalah hal terpenting dalam melakukan perjalanan dengan budget yang rendah. Terbatasnya biaya dan waktu mengharuskan backpacker untuk melakukan pengelolaan atas biaya, waktu dan kebutuhan secara cermat dan tepat serta hemat.Mengapa ini penting, contoh tentang tiket, tiket yang murah biasanya bisa dibeli pada saat promo atau jauh-jauh hari. Untuk mendapatkan tiket promo, anda harus rajin-rajin mengecek website maskapai penerbangan. Ada beberapa low budget airlines seperti Air Asia, Cebu, TigerAir, Jetstar yang sering menyediakan tiket promo atau tiket dengan harga yang murah. Kadang-kadang maskapai penerbangan besar pun melakukan promosi dengan harga special pada musim tertentu. Untuk memudahkan ada baiknya anda subscribe airlines tertentu yang secara rutin mengirimkan newsletter. Biasakan untuk membaca term and condition ketika anda akan membeli tiket. Ini penting jika seandainya anda harus menunda perjalanan atau misalnya penerbangan tersebut dibatalkan.
Backpacker juga butuh Manajemen waktu
Manajemen waktu menjadi penting apalagi kalau anda memiliki kegiatan lain seperti bekerja atau sekolah. Melakukan perencanaan dan manajemen yang baik akan memberikan beberapa kemudahaan untuk melakukan perjalanan secara mudah, murah dan nyaman. Sebagai contoh, pada saat liburan sekolah, harga tiket dan akomodasi biasanya cenderung akan mahal, tetapi sebaliknya pada saat musim masuk sekolah harga tiket dan akomodasi menjadi cenderung turun dan sangat murah.Musim Panas (Summer) biasanya bukan saat yang tepat untuk melakukan traveling ke negara-negara dengan 4 musim, karena umumnya summer adalah puncak kepadatan untuk kegiatan travelling. Disisi lain, musim salju (winter) juga bukan saat yang tepat untuk dikunjungi, walaupun kemungkinan harga tiket murah, bagi orang yang belum terbiasa dengan cuaca yang dingin. Demikian juga ketika negara yang anda tuju sedang ada turnamen besar seperti world cup atau olimpiade. Transportasi dan akomodasi akan naik harganya. Kondisi-kondisi ini akan berdampak pada biaya yang harus anda keluarkan.


